Kepahiang, Matapublik.com – Terkait indikasi gas elpiji 3 kilogram atau gas melon dijual mahal atau sebesar Rp 45 ribu, membuat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Kepahiang akhirnya menyidak penjual tabung gas subsidi dengan harga yang cukup tinggi tersebut, Selasa 11 Maret 2025.
Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, Wabup Abdul Hafizh bersama Kapolres AKBP Muhammad Faisal Pratama SIK, Kajari Kepahiang Asvera Primadona SH MH menemui langsung penjual gas di Gang Rafflesia Desa Kuto Rejo Kecamatan Kepahiang. Rombongan Forkompinda mengkonfirmasi kepada penjual gas tersebut, mengapa sampai menjual tabung gas subsidi tersebut dengan harga tinggi.
“Tadi, kita sudah sidak ke penjual dan itu bukan pengecer gas. Kemudian gas itu didapat dari Bengkulu dan dibawa pakai travel karena suaminya supir travel,” ungkap Zurdi Nata.
Kepada Bupati, penjual gas berdalih jika gas itu hanya digunakan untuk keluarganya sendiri. Jumlah gasnya juga terbatas hanya ada 6 tabung.
“Pakai sendiri, cuma ada tetangga yang membutuhkan dia tawarkan kalau mau Rp 35 ribu dan kebetulan tetangga butuh ya dibelinya juga,” ucap Bupati.
Pengakuan penjual gas Rp 45 ribu kepada Bupati dan rombongan sangatlah berbeda jauh dengan kondisi di lapangan. Pasalnya, saat didatangi jurnalis, Senin 10 Maret 2025 perempuan penjual gas elpiji 3 kilogram ini dengan lantang mengakui menjual dengan harga Rp 45 ribu.
Penjual ini mengaku mempunyai 14 tabung gas elpiji 3 kilogram yang didapat dari kota Bengkulu. Tabung gas warna hijau itu diangkut menggunakan jasa travel sehingga sampai ke lokasi.
“Kita ambil dari Bengkulu, ongkos travel juga mahal. Untuk satu tabung kita hanya ambil untung Rp 1.500,” ucap ibu penjual gas itu kepada jurnalis kala itu.
Sementara kondisi peredaran gas di Kabupaten Kepahiang sangat membingungkan masyarakat. Sebab di pangkalan mengatakan jika kuota gas normal tidak ada kekurangan tabung serta penjualan tabung juga sesuai HET yakni Rp 20.000 per tabung. Sementara masyarakat selalu menjerit sulit mendapatkan tabung gas warna hijau tersebut, khusus sejak awal memasuki bulan puasa tahun ini. (Rdksi)